Pengalaman Mengurus Visa Schengen ke Lithuania
Pengalaman ini saya bagikan sebagai bentuk informasi untuk teman-teman yang ingin mengurus Visa Schengen ke salah satu negara Eropa (kasus saya Lithuania).
Pada bulan September 2024 saya mengunjungi VFS Global di Kuningan, Jakarta dengan membawa Passport, Foto diri sebanyak 4 lembar (background putih), dan beberapa dokumen yang harus saya isi dan saya dapatkan dari VFS Hungary. Mengapa Hungary? Dikarenakan di Indonesia sendiri, Lithuania hanya memiliki Kantor Konsulat, jadi VFS Hungary menjadi Representative bagi Lithuania dalam pengurusan Visa (mohon dikoreksi kalau salah ya teman-teman). Visa yang saya ajukan ini adalah Visa Visiting Family/ Friends dam biaya yang saya keluarkan adalah Rp. 1.889.000.
Kembali lagi ke kasus saya kemarin. Saya mencari berbagai persyaratan di Visa Information dan mereka memberikan lembar check-list apa saja persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan.
Setelah 15 menit sebelum appointment, kita tinggal menunjukan jam janji kita ke satpam yang berjaga di pintu dan beberapa petugas akan memeriksa bawaan kita melalui mesin pemindai barang bawaan (seperti bandara tapi tidak secanggih itu) dan saku kita juga di cek. Teman-teman yang akan mengurus visa saya sarankan untuk tidak membawa laptop karena harus dititipkan. Setelah itu saya mendapat nomor antrian dan diperbolehkan masuk. Hati-hati dengan kamera karena tidak boleh mengambil gambar sembarangan di dalam.
Setelah diperbolehkan masuk, saya menunggu antrean untuk dipanggil. Untuk pembuatan Visa Hungary sendiri menurut saya tidak terlalu ramai dibanding ke Jerman (sampai buka 3/4 loket sendiri). Sampai jam 10 pun, hanya ada 3 antrean untuk Hungary😃. Ketika saya dipanggil, saya menyerahkan dokumen-dokumen yang saya bawa dari Semarang, tetapi kurang lengkap saudara hahahah. Saya tidak membawa dokumen dengan barcode dari website Migris Lithuania. Mengapa bisa begitu? Walaupun pembuatan visa lewat Hungary, tetapi tujuan negara saya tetap Lithuania. Jadi saya harus mengisi dokumen-dokumen aplikasi visa di website Migris. Saya ada dokumennya tapi tidak ada barcodenya, ini lah yang membuat saya sedih dikarenakan saya harus pulang tanpa ini.
Pada bulan Oktober 2024, saya kembali melakukan appointment dengan VFS Global tetapi yang kali ini di Surabaya. Menurut saya, Surabaya lebih dekat jika menggunakan kereta dan perjalanan dari Stasiun Pasar Turi ke VFS Global Surabaya jauh lebih dekat. Perbedaan drastisnya adalah di VFS Global Surabaya sendiri tidak ada jasa fotocopy, print dan foto. Ya, untuk di VFS Kuningan disediakan jasa-jasa diatas dan berbayar. Tetapi karena ini adalah appointment saya yang kedua, saya merasa lebih rileks dan siap untuk mengurus Visa, dikarenakan sebelumnya saya ketakutan setengah mati mengurus visa Schengen😅. VFS Global di Surabaya ini lebih sepi menurut saya, dan pemeriksaan barang pun tidak seketat di Jakarta, namun tetap saja tidak boleh duduk di luar alias ngemper. Tetapi untuk pembuatan visa ke Hungary pada hari saya mengurus itu lebih banyak dibanding di Jakarta karena saya mendapat antrian nomor 9 dan baru pukul 11 saya mulai dipanggil.
Berdasarkan dokumen-dokumen yang di check oleh petugas di Jakarta, saya memberikan persis sama ditambah dengan surat dari Migris dengan barcode. Pemrosesan dan verifikasi sendiri membutuhkan 10 menit untuk kasus saya. Pembayaran visa sendiri bisa melalui cash ataupun QRIS. Setelah selesai, saya disuruh duduk antre untuk biometrik dan take photo untuk visa, lalu saya pulang ke Semarang sembari menunggu 2 minggu.
Ketika saya kira ini sudah selesai, ternyata belum teman-teman. Saya diminta untuk menambah rekening koran partner saya dikarenakan saldo tidak mencukupi HAHAHAHA dan surat keterangan bekerja (waktu pemrosesan visa, saya masih bekerja). Dan saya hanya diberi waktu 1 hari kerja (ini bisa dinegosiasikan), padahal HRD kantor saya tidak ada di tempat dan sedang vacation.... Lalu saya bernegosiasi akan memberikan rekening koran terlebih dahulu dan surat keterangan bekerja akan saya susulkan berikutnya. Dokumen-dokumen tersebut harus dikirimkan lewat pos ke alamat Embassy of Hungary di Indonesia.
Apakah sudah bisa bernafas lega?? Tentu saja belum karena saya belum mengetahui dokumen saya diterima atau ditolak HAHAHA. Tidak bisa tidur menjadi salah satu akibat kegundahan di hati. Bayangkan saja kalau ditolak, uang saya melayang begitu saja. Btw, visa akan dikirim ke rumah melalui SAP Express. Teman-teman akan diminta untuk mengisi resi SAP Express dan mohon diisi sejelas-jelasnya ya teman-teman. Karena passport beserta dengan visa akan dikirimkan ke rumah tinggal masing-masing. Bisa dibilang 3 minggu adalah waktu saya mengurus visa Schengen saya.
Saya tidak menggunakan dummy ticket, dan dummy hotel dikarenakan akomodasi sudah pasti dan sudah terbeli.
Sekian cerita dari pengurusan visa Schengen saya kali ini. Terimakasih untuk teman-teman yang sudah membaca ini dan mohon maaf atas keterbatasan saya dalam pemilihan kata.
Komentar
Posting Komentar